PERAN MASYARAKAT DALAM SISTEM SOSIAL

PERAN MASYARAKAT DALAM SISTEM SOSIAL

peran masyarakattttttttttttttttttttt

Sistem sosial mempengaruhi perilaku manusia, karena di dalam suatu sistem sosial tercakup pula nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan aturan perilaku anggota-anggota masyarakat. Dalam setiap sistem sosial pada tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan membedakan dari lingkungannya. Selain itu, di dalam sistem sosial ditemukan juga mekanisme-mekanisme yang dipergunakan atau berfungsi mempertahankan sistem sosial tersebut. Sistem sosial merupakan sejumlah kegiatan atau sejumlah orang yang mempunyai hubungan timbal balik dan di dalam masyarakat juga terdapat sistem sosial dimana setiap unit sosial yang sifatnya berkelanjutan serta memiliki identitas tersendiri dan dapat dibedakan dengan unit sosial lainnya bisa dipandang sebagai sebuah sistem sosial. Artinya bahwa terdapat susunan skematis yang menjadi bagian dari unit tersebut yang memiliki hubungan ketergantungan antar bagian. Masyarakat memiliki batas yang berhubungan dengan lingkungan atau secara fisik, teknis dan sosial, serta memiliki proses eksternal dan internal.

Setiap individu sebagai bagian dari masyarakat mempunyai macam-macam peran yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya dan hal itu sekaligus berarti bahwa peran tersebut menentukan apa yang diperbuatnya bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya. Peran lebih menunjukkan kepada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses. Dalam suatu lembaga, peran diartikan sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada lembaga yang menempati kedudukan sosial tertentu. Peran juga digambarkan pada apa yang diharapkan dan apa yang dituntut oleh masyarakat. Sistem sosial juga pada dasarnya merupakan ciptaan dari manusia itu sendiri, karena dalam hal ini sistem sosial terjadi karena manusia termasuk makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari orang lain. Ada beberapa hal yang membuat manusia menciptakan sistem sosial karena berbagai penyebab, siantaranya yaitu Manusia mempunyai kebutuhan dasar biologi tertentu seperti pangan, papan, sandang. Untuk memuaskan kebutuhan ini, manusia tergantung pada organisasi-organisasi kemasyarakatan, Kenyataan di atas menciptakan kebutuhan-kebutuhan lain, yaitu kebutuhan sistem, Pada akhirnya manusia berusaha untuk memaksimumkan kepuasan dari kebutuhan dirinya.

Selain itu juga, di dalam sistem sosial ditemukan juga mekanisme-mekanisme yang dipergunakan atau berfungsi mempertahankan sistem sosial tersebut. Misalnya pada masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu. Masyarakat juga dapat disebut sebagai suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat dapat dibedakan dalam pengertian natural dan kultural. Masyarakat dalam pengertian natural adalah kelompok yang ditandai oleh adanya persamaan tempat tinggal Misalnya masyarakat Sunda, masyarakat Jawa, masyarakat Batak, dan sebagainya.

Masyarakat dalam pengertian kultural keberadaannya tidak terikat, melainkan hasil dinamika kebudayaan manusia. Misalnya masyarakat pelajar, masyarakat petani, dan sebagainya. Suatu masyarakat yang bersosialisasi memiliki ciri-ciri yaitu Manusia yang hidup bersama dan bersosialisasi sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang atau lebih. Bercampur atau bergaul dalam waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru, sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia. Mereka merupakan satu-kesatuan. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terikat satu dengan lainnya. Masyarakat juga dapat disebut sebagai suatu sistem, Apabila kita mengikuti pengertian masyarakat baik secara natural maupun kultural, maka akan tampak bahwa keberadaan kedua masyarakat itu merupakan satu-kesatuan. Dengan demikian, dapat  lebih mengetahui tentang unsur-unsur yang ada di dalam masyarakat yang masing-masing saling bergantung merupakan satu-kesatuan fungsi.

Adanya mekanisme yang saling bergantung, saling fungsional, saling mendukung antara berbagai unsur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain itulah yang kita sebut sebagai sistem Masyarakat sebagai suatu sistem selalu mengalami dinamika yang mengikuti hukum sebab akibat. Apabila ada perubahan pada salah satu unsur atau aspek, maka unsur yang lain akan menerima konsekuensi atau akibatnya, baik yang positif maupun yang negatif. Oleh karena itu, masyarakat atau perubahan masyarakat selalu dalam kerangka sistemik, artinya perubahan yang terjadi di salah satu aspek akan memengaruhi faktor-faktor lain secara menyeluruh dan berjenjang.

Masyarakat sebagai suatu sistem sosial harus terdiri atas sembilan unsur, Kepercayaan dan Pengetahuan Unsur ini merupakan unsur yang paling penting dalam sistem sosial, karena perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang diyakini dan apa yang diketahui tentang kebenaran, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta. Perasaan  Unsur ini merupakan keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya, termasuk di dalamnya sesama manusia. Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang sampai pada tingkat tertentu harus dikuasai agar tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan. Tujuan Manusia sebagai makhluk sosial dalam setiap tindakannya mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan adalah hasil akhir atas suatu tindakan dan perilaku seseorang yang harus dicapai, baik melalui perubahan maupun dengan cara mempertahankan keadaan yang sudah ada. Kedudukan dan Peran Kedudukan adalah posisi seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulan, prestasi, hak, serta kewajibannya. Kedudukan menentukan peran atau apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat sesuai dengan status yang dimilikinya. Jadi peran merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sehubungan dengan status yang melekat padanya. Contohnya seorang guru  mempunyai peranan untuk membimbing, mengarahkan, dan memberikan atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa-siswanya. Kaidah atau Norma.

Norma adalah pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat atau biasa disebut dengan peraturan sosial. Norma sosial merupakan patokan-patokan tingkah laku yang diwajibkan atau dibenarkan dalam situasi-situasi tertentu dan merupakan unsur paling penting untuk meramalkan tindakan manusia dalam sistem sosial. Norma sosial dipelajari dan dikembangkan melalui sosialisasi, sehingga menjadi pranata-pranata sosial yang menyusun sistem itu sendiri. Tingkat atau Pangkat Pangkat berkaitan dengan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Seseorang dengan pangkat tertentu berarti mempunyai proporsi hak-hak dan kewajiban-kewajiban tertentu pula. Pangkat diperoleh setelah melalui penilaian terhadap perilaku seseorang yang menyangkut pendidikan, pengalaman, keahlian, pengabdian, kesungguhan, dan ketulusan perbuatan yang dilakukannya. Kekuasaan setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak-pihak lain. Apabila seseorang diakui oleh masyarakat sekitarnya, maka itulah yang disebut dengan kekuasaan. Sanksi. suatu bentuk imbalan atau balasan yang diberikan kepada seseorang atas perilakunya. Sanksi dapat berupa hadiah dan dapat pula berupa hukuman.

Sanksi diberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku anggotanya agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Fasilitas atau Sarana semua bentuk cara, jalan, metode, dan benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri. Dengan demikian fasilitas di sini sama dengan sumber daya material atau kebendaan maupun sumber daya imaterial yang berupa ide atau gagasan. Dalam pengembangan sistem sosial menjadi dua kutub besar, yaitu sistem sosial tradisional dan sistem sosial modern. Suatu sistem sosial yang menjadi pusat perhatian berbagai ilmu sosial, pada dasarnya merupakan wadah dari proses- proses interaksi sosial. Secara struktural, suatu sistem sosial akan mempunyai unsur-unsur  pokok dan unsur-unsur pokok ini merupakan bagian yang menyatu di dalam sistem sosial. unsur-unsur pokok di dalam sistem sosial adalah sebagai berikut.. Adanya suatu keyakinan/kepercayaan, bahwa terbentuknya keluarga merupakan kodrat alamiah. Adanya perasaan dan pikiran tertentu dari anggota keluarga batih terhadap anggota lainnya yang mungkin terwujud dalam rasa saling menghargai, bersaing dan seterusnya. Tujuan adanya keluarga batih adalah antara lain agar manusia mengalami sosialisasi dan mendapatkan jaminan akan ketenteraman hidupnya.

Setiap keluarga mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan antara suami dengan istri, anak-anak dengan ayah atau ibunya. Setiap anggota keluarga mempunyai kedudukan dan peranan masing-masing baik sarana internal maupun eksternal.  Di dalam setiap keluarga lazimnya terdapat proses pengawasan tertentu, yang semula datang dari orang tua yang dipengaruhi oleh pengawasan yang ada dalam masyarakat. Sanksi-sanksi tertentu juga dikembangkan di dalam keluarga, yang diterapkan kepada mereka yang berbuat benar atau salah. Sarana-sarana tertentu juga ada pada setiap keluarga, contohnya sarana untuk mengadakan pengawasan, sosialisasi dan seterusnya. Suatu keluarga akan memelihara kelestarian hidup maupun kelangsungannya di dalam proses yang serasi. Secara sadar dan terencana (walaupun kadang-kadang mungkin tidak demikian) keluarga-keluarga butuh berusaha untuk mencapai tingkat kualitas hidup tertentu yang diserasikannya dengan kualitas lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya.

Sistem sosial mencakup dua aspek yakni sistem sosial tradisional dan sistem sosial tradisional. teori modernisasi dalam pengembangan masyarakat membagi sistem sosial menjadi dua kutub besar, yaitu sistem sosial  tradisional dan sistem sosial modern. Dalam sistem sosial tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Kurang berorientasi pada perubahan, Kurang maju dalam teknologi atau masih sederhana, Relatif rendah tingkat buta hurup tinggi. Sedikit sekali komunikasi yang dilakukan oleh anggota sistem dengan pihak lain. Kurang mampu menempatkan diri atau melihat dirinya dalam peranan orang lain, terutama peranan orang di luar sistem. Sebaliknya sistem sosial modern mempunyai ciri-ciri sebagai berikut Pada umumnya mempunyai sikap positif terhadap perubahan, Teknologinya sudah maju dengan sistem  pembagian kerja yang kompleks, Pendidikan dan ilmu pengetahuan yang dinilai tinggi. Hubungan sosial lebih bersifat rasional dan bisnis dari pada bersifat emosional. Karena anggota sistem sering berhubungan dengan orang luar, mudah memasukkan ide baru ke dalam sistem sosial. Anggota sistem sosial mampu berempati, dapat menghayati peranan orang lain yang betul-betul berbeda dengan dirinya sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa sistem sosial modern dicirikan oleh kemampuan sistem sosial itu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan baik itu secara individu dengan individu maupun secara individu dengan kelompok. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa menyebut orang tua yang sulit berubah dengan sebutan tradisional atau kolot, sebenarnya yang dimaksud adalah kelambatannya untuk berubah. Orang-orang yang fleksibel terhadap perubahan-perubahan di sekitarnya disebut moderat. Di era globalisasi seperti sekarang ini, hanya ada beberapa masyarakat desa yang masih mempertahankan upaya pemenuhan kebutuhan hidup dari dalam masyarakat desa sendiri. Dalam masyarakat desa, jumlah kelompok atau kesatuan-kesatuan sosial tidak hanya satu. Oleh karena itu seorang warga masyarakat dapat menjadi anggota berbagai kelompok atau kesatuan sosial yang ada. Misalnya atas dasar kekerabatan, tempat tinggal, agama, dan politik.

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s